MENGAPA INTALASI LISTRIK PERLU DI UJI?

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2012 Tentang Kegiatan Usaha Penyedia Tenaga Listrik; Undang - Undang Ketenagalistrikan Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan; Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 38 Tentang Tata Cara Akreditasi dan Sertifikasi Ketenagalistrikan; dan Undang -  Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, maka demi keselamatan pemanfaatan instalasi tenaga listrik terhadap manusia, lingkungan dan aset, pengusahaan jasa ketenagalistrikan dibedakan menjadi 4 jenis yang masingmasing berdiri sendiri (independen) dan yang tidak boleh ada rangkapan, yaitu:

  1.  Jasa Perencanaan Instalasi Tenaga Listrik

  2.  Jasa Pembangunan/Kontruksi/Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik

  3.  Jasa Sertifikasi Instalasi Ketenagalistrikan

  4.  Jasa Operasi/Pengusahaan dan Pemeliharaan Listrik

Dalam hal ini berarti semua konstruksi instalasi tenaga listrik yang selesai dibangun dan dipasang, direkondisi, dilakukan perubahan kapasitas atau direlokasi wajib/harus diperiksa oleh pengesahan/sertifikasi/akreditasi dari Pemerintah untuk menguji kelaikan instalasi kelistrikan sebelum dioperasikan. Apabila tidak laik operasi maka instalasi tersebut tidak dapat dioperasikan. Dengan adanya ketentuan mengenai Lembaga Inspeksi Teknik di bidang Ketenagalistrikan, maka diharapkan dapat menutupi lubang instalasi tenaga listrik yang belum tersertifikasikan.

Keselamatan Ketenagalistrikan menjadi satu ketentuan yang wajib dipenuhi, maka Sertifikat Laik Operasi (SLO) untuk seluruh instalasi tenaga listrik merupakan salah satu penerapan ketentuan keselamatan ketenagalistrikan.